| Petugas yang sedang memeriksa nomor polisi kendaraan di area loket, Senin, 4 April 2016. |
Cirebon, lpmfatsoen.com - Seringnya terjadi kasus pencurian sepeda motor (curanmor),
pihak lembaga berinisiatif memberlakukan karcis masuk kendaraan ketika memasuki
kampus IAIN Syekh Nurjai Cirebon. Program ini berlaku mulai Senin, 4 April
2016.
Pemberian karcis ini berfungsi untuk
mengetahui bahwa kendaraan tersebut memiliki identitas. “Kendaraan yang tidak
memiliki STNK dan nomor polisi dilarang masuk untuk mencegah orang-orang yang
tidak bertanggungjawab untuk melakukan aksi kejahatan (curanmor-red) di lembaga IAIN,” ujar Mohammad
Arifin selaku Kasubbag Humas dan Publiksi kepada lpmfatsoen.com, Senin (04/04).
Ia menambahkan, program ini merupakan
bentuk upaya lembaga meningkatkan mutu pelayanan kepada mahasiswa dalam bidang
kenyamanan dan keamanan dalam parkir. Upaya yang dilakukan ini juga bentuk kerjasama
dengan pihak kepolisian.
“Rata-rata kendaraan yang hilang
akibat kunci yang tertinggal. Jadi minta kerjasamanya untuk mengunci ganda,
nomor polisi tidak dilepas karena untuk mengidentifikasinya susah,” katanya.
Adanya karcis parkir ini didukung
baik oleh Abdurrofiq Firmansyah. Ia mengatakan, adanya karcis parkir bisa
meminimalisir tindak kejahatan curanmor yang belakangan terjadi.
“Saya juga melihat kampus lain sudah
ada menggunakan karcis parkir, oleh karena itu saya berharap agar penjagaan
yang lebih baik lagi dan program ini dilakukan secara terus menerus
kedepannya,” ujar mahasiswa Tadris IPA Biologi tersebut.
Namun, untuk penempatan loket yang
kurang strategis mengganggu keluar-masuknya kendaraan. “Untuk penempatan petugas karcisnya saja yang
kurang pas, kalau di tengah jalan tidak enak dipandang, sebaiknya tempat karcis
bukan di tengah melainkan di pinggiran,” sarannya. (Ari)
Foto: Ari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar