Terik mentari telah memicu keringat
mengalir deras; membasahi kulit tubuh-
ku.
Kaki ini masih kuasa untuk berjalan
lurus, menapaki aspal jalanan yang begi-
tu panas menyengat.
Aku terjebak di antara belantara dan
pepohonan rindang; ke mana kaki ini
harus ku bawa berlari?
Perjalanan masih panjang, teruskan per-
jalanan ini, hatiku berteriak.
Ah!
Aku geram pada diri sendiri.
Lamat-lamat ku rasakan basah di seluruh
tubuhku.
Tidak, bukan keringat!
Tanganku ikut menyeka.
Ada kepedihan yang kurasakan di sana.
Ah,
ternyata air mata yang membasahinya
Oleh: Tira Nazwa Aliyyah
Post Top Ad
Responsive Ads Here
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Post Bottom Ad
Responsive Ads Here
Author Details
LPM FatsOeN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar