PPB: Uji Kompetensi TOEFL dan TOAFL untuk Mahasiswa - LPM FatsOeN

Post Top Ad

Responsive Ads Here

PPB: Uji Kompetensi TOEFL dan TOAFL untuk Mahasiswa

Share This

FatsOen, IAIN Senja - Pusat Pengem bangan Bahasa (PPB) merupakan  salah satu program unggulan IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Program ini terdiri dari intensifikasi bahasa Arab dan bahasa Inggris yang wajib diikuti oleh mahasiswa aktif semester satu sampai dengan semester empat. Program yang dimulai tahun 2002 ini bertujuan untuk membekali mahasiswa agar memiliki kemampuan berbahasa asing (Arab dan Inggris). Bahasa tersebut adalah alat untuk menggali dan mengembangkan ilmu-ilmu pengetahuan dalam membangun ntelektualitas melalui penguasaan bahasa.

“Awalnya karena keprihatinan maha siswa setelah lulus itu belum memenuhi kebahasaan yang cukup, sehingga lembaga memfasilitasi untuk mahasiswa dan mereka mempunyai keterampilan berbahasa, sehingga pusat bahasa itu menjadi program unggulan di IAIN,” ujar H. Edy setyawan, Lc., MA. selaku ketua PPB saat ditemui METHODA, rabu (12/08).

Intensifikasi bahasa dilaksanakan setiap hari sabtu dan minggu ketika mahasiswa semester lain diliburkan. Hal ini dikarenakan ruang kelas yang terbatas. Pada tahap awal dilakukan pengelompokan  berdasarkan kemampuan kebahasaan mahasiswa. Untuk mahasiswa baru pengelompokan dilakukan berdasarkan nilai placement test, diurutkan dari yang  nilainya tertinggi sampai terendah dalam satu fakultas. Hal tersebut berfungsi untuk memudahkan proses  pendekatan materi dan metodologi pembelajaran yang akan digunakan. Sedangkan dalam proses pembelajaran, pengelompokan baik lintas fakultas dan jurusan atau lintas jurusan dalam satu fakultas ditentu kan sesuai kondisi yang dihadapi.

Dosen pengajar intensifikasi bahasa 90% merupakan dosen luar biasa yang telah melewati tes TOEFL dan TOAFL yang dapat di pertanggungjawabkan. Sehingga, mahasiswa akan terbimbing oleh dosen pengajar yang mempunyai kapasitas dan kualifikasi yang mumpuni. Namun, di sisi lain mahasiswa menganggap pembelajaran program intensif ini tidak berjalan maksimal, karena materi yang diajarkan terfokus hanya pada dasar-dasarnya. “Tidak terlalu fokus, maksudnya cuman terlalu dasar-dasarnya, kurang maksimal pembelajarannya.”







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages