FatsOeN, IAIN Senja - Praktik Ibadah merupakan salah satu program di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Menurut Abdul Kohar, program ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman mahasiswa dalam bidang ibadah di keseharian terutama dari segi maknanya. “Sebab pada kenyataannya ketika mahasiswa ditanya seputar ibadah ternyata mereka tidak mengerti makna dan tujuan dari apa yang mereka lakukan,” katanya kepada METHODA, rabu (12/8). Selaku sekretaris praktek ibadah, Kohar menambahkan, bahwa Praktik Ibadah sebagai pembeda dengan universitas lainnya. Sebab, notabene IAIN berbasis pada landasan islam.
“Mungkin lebih tepatnya hanya sekedar menggugurkan kewajiban dalam beribadah. Semisal dalam salat, kita membaca beberapa kali tahiyat dalam sehari, apa selama ini kita tau makna yang tersirat di dalamnya,” sambungnya. Keberadaannya Praktik Ibadah ini ada pada semua perguruan tinggi negeri islam, baik UIN, IAIN, maupun STAIN. Terdapat 6 materi yang diujikan maupun dipraktikan, yaitu: salat (wajib, sunah, janaiz, doa), puasa, zakat, haji;umrah, mawaris;nikah dan dabaih. Kegiatan ini dilaksanakan pada semester III yang dilaksanakan lima kali pertemuan. Standar kelulusan praktek ibadah minimal (B-) untuk bisa memenuhi materi yang diujikan. Adapun syarat untuk mengikuti yaitu mahasiswa yang berada pada semester III dan IV dengan syarat sudah lulus ujian PPTQ.
Namun, karena hanya 30% dari mahasiswa yang lulus PPTQ, maka atas pihak yang bertanggungjawab praktek ibadah dibolehkan seluruh mahasiswa untuk mengikuti kegiatan maupun ujian praktek ibadah. Namun, jika sampai semester V atau VI belum juga lulus dalam PPTQ, nilai Praktik Ibadah terpaksa harus dicoret karena belum memenuhi kriteria dari tujuan semula. Sebab, di dalamnya meliputi bacaan-bacaan yang diujikan oleh PPTQ. Dalam praktiknya, mahasiswa dibebaskan sesuai kepercayaan maupun aliran mereka masing-masing, namun tetap dilandaskan pada hukum dan syariat yang tertera dalam al-quran dan hadis. “Mahasiswa tidak dituntut sepenuhnya dalam praktek ibadah yang diujikan pada satu aliran,” katanya. (Ayu, Ina)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar