Setiap tahun jumlah mahasiswa baru di Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati (IAIN SNJ) Cirebon selalu sangat banyak, bahkan terlalu banyak. Dikatakan terlalu banyak karena dari sekian banyak jumlah mahasiswa yang ada tidak sesuai dengan fasilitas yang ada. Sudah berapa kelas alternatif yang dibuat untuk mengatasi kekurangan ruangan? Sudah berapa ruangan penting yang dialihfungsikan? Banyak bukan? Ruang Munaqasyah Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) misalnya, kini telah menjadi ruang dosen. Ruang Munaqasyah FUAD telah direlokasi, hanya saja, ruangannya terlampau sempit ketimbang ruangan sebelumnya.
Selain itu, sudah ada beberapa Program Studi baru yang didirikan di IAIN SNJ Cirebon. Lalu di manakah lokasi kelasnya? Sebagaimana yang sudah-sudah, ruangan kelas yang besar diberi sekat sehingga difungsikan jadi dua ruangan. Beberapa ruang kelas di FUAD menjadi salah satu contoh ruang yang diberi sekat. Ukuran masing-masing kelas alternatif itu membuat proses perkuliahan menjadi kurang kondusif, terlebih keadaan Kota Cirebon yang panas.
Mahasiswa baru yang belum tahu tentang IAIN SNJ Cirebon diharapkan jangan kaget dengan jadwal perkuliahan di kampus tercinta kita. Sebagian besar orang mungkin beranggapan bahwa kuliah itu enak, tidak seperti sekolah. Perkuliahan biasanya berjalan sekitar empat hari dalam setiap pekan. Di kampus kita, stigma itu jauh dari kenyataan. Jadwal perkuliahan di empat semester pertama bisa lebih padat dari jadwal Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) ataupun Sekolah Menengah Atas (SMA). Jadwa di sekolah dasar dan menengah enam hari dalam setiap pekan, tapi jadwal di IAIN SNJ Cirebon adalah tujuh hari dalam setiap pekan.
Ya, jadwal perkuliahan empat semester pertama bisa penuh setiap pekannya. Hal itu berdasarkan pembagian jadwal yang diberikan dari kampus. Bagi sebagian mahasiswa yang menginginkan hari libur biasanya melobi dosen-dosen untuk pindah jam kuliah. Konsekuensi jam perkuliahan di ganti adalah ruangan perkuliahan otomatis ganti juga. Mahasiswa biasanya mencari alternatif tempat lain untuk melaksanakan perkuliahan. Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) pun menjadi salah satu alternatif untuk dijadikan tempat perkuliahan. Perkuliahan di Rusunawa kadang tidak bisa kondusif, mengingat kadang ada lebih dari satu kelas yang menggunakan Rusunawa sebagai alternatif tempat perkuliahan.
Selain Rusunawa, ruangan perkuliahan di Pascasarjana IAIN SNJ Cirebon dan laboratorium juga menjadi alternatif lain yang digunakan untuk dijadikan tempat perkuliahan ketika jam kuliah diubah. Konon, asal-muasal durasi perkuliahan empat semester pertama menjadi penuh adalah karena keterbatasan ruangan. Program Intensif Bahasa Inggris dan Bahasa Arab merupakan kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu. Keterangan-keterangan yang keluar dari Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) IAIN SNJ Cirebon sampai sejauh ini menyatakan bahwa Program Intensif Bahasa tidak bisa dialokasikan pada hari Senin sampai Jumat, karena kelima hari tersebut ruangan-ruangan sudah penuh dialokasikan untuk Mata Kuliah (MK) lainnya. Sebagaimana diketahui bersama, di kampus-kampus lain, hari Sabtu dan Minggu biasanya menjadi hari libur, jam kuliah kelas karyawan atau waktu luang mahasiswa untuk kegiatan organisasi.
Bobot SKS MK Bahasa Arab dan Bahasa Inggris sebenarnya hanya 2 SKS, tapi pelaksanaannya berdasarkan jadwal selama kurang lebih enam jam tiap pekan. Bobot 1 SKS asalnya hanya 45 menit, hanya saja Program Intensif Bahasa mesti dibedakan dari MK lainnya. Term intensif menjadi landasan kenapa pelaksanaan 2 SKS sampai selama itu, karena intensif mempunyai target kemampuan bahasa yang mumpuni. Pada pelaksanaannya, pelaksanaan Program Intensif Bahasa kerap tidak kondusif dan mahasiswa pun tidak bisa mengikuti kelas tersebut dengan serius. Jam kuliah yang diperpanjang tersebut terbukti kurang efektif untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam bahasa asing. Berawal dari keterbatasan fasilitas ruangan, mahasiswa pun memperoleh dampaknya. Terlalu padat jadwal perkuliahan membuat mahasiswa tidak bisa bebas untuk mengembangkan potensi dan kreativitas. Sebagian besar waktu mahasiswa selama tiap pekan diporsir untuk menyelesaikan perkuliahan kelas dan tugas-tugas, sedangkan waktu untuk berdiskusi dan berorganisasi sangat minim. Padahal, waktu untuk mengembangkan potensi dalam organisasi perlu porsi yang cukup banyak.
Sebagaimana diketahui bersama, dalam mengejar kualitas, mahasiswa tidak melulu mengandakan perkuliahan di kelas seperti anak Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Sekolah Menengah Atas (SMA). Terlepas baik atau buruknya kampus, para mahasiswa baru mempunyai andil yang besar untuk menentukan bagaimana nasib kampus ke depannya. Idealnya, setiap orang yang mempunyai visi bagus tidak akan lekang oleh keadaan lokasi di mana mereka berada. Mahasiswa sebenarnya bisa berkarya di kampus mana saja. Salah satu hal yang membedakan upaya mahasiswa dari masing-masing kampus adalah persoalan tantangan yang berbeda-beda. Suatu kampus yang bermanajerial mapan mungkin memiliki
relatif lebih sedikit masalah yang berimbas pada para mahasiswanya. Lain halnya dengan kampus yang bermanajerial kurang baik. Kampus bermanajerial buruk akan memberikan tantangan yang lebih sulit bagi para mahasiswanya, yang tentunya akan berpengaruh andai kata para mahasiswa tidak bisa menyikapinya dengan baik.
Di sisi lain, kepastian pembentukan atau perubahan IAIN menjadi UIN menjadi Pekerjaan Rumah (PR) yang mesti segera diselesaikan. Walau bagaimanapun, ketidaknyamanan mahasiswa dalam menjalani perkuliahan tidak boleh terlarut-larut lebih lama lagi. Hal tersebut terkait dengan pembentukan dan peningkatan kualitas mahasiswa juga. Ketika mahasiswa tidak difasilitasi sesuai standar yang semestinya, konsentrasi dalam proses perkuliahan pun tidak bisa optimal. Sebagai proses menuju UIN, mestinya ada keseimbangan antara pengadaan program-program studi baru, jumlah penerimaan mahasiswa dan pengadaan fasilitas.
Oleh : Eka Tresna Setiawan
Mahasiswa Tafsir Hadits Semester VII dan pegiat LPM FatsOen
Mahasiswa Tafsir Hadits Semester VII dan pegiat LPM FatsOen

Tidak ada komentar:
Posting Komentar