Pernahkah anda membaca? Entah itu berbentuk buku, koran, majalah, spanduk, poster, dan lain sebagainya. Apa yang anda dapat setelah membaca? Tentunya sebuah informasi. Tahukah anda peringatan hari buku sedunia dan hari buku nasional? Pada tahun 1995, Konferensi Umum United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) di Paris memutuskan tanggal 23 April sebagai World Book Day (hari buku sedunia) berdasarkan keberadaan Festival Katalonia (wordpress). Kemudian di Indonesia momentum peresmian Perpustakaan Nasional pada 17 Mei 1980, di Jakarta, dicanangkan pula sebagai Hari Buku Nasional. Prosesi pencanangan yang kala itu dilakukan oleh Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) RI, Abdul Malik Fajar, sampai sekarang masih terus diperingati.
Sebelum mengkaji
lebih jauh tentang peranan membaca buku sebagai sumber ilmu pengetahuan. Kita
harus tahu dahulu sejarah membaca, seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi
Muhammad Saw. Firman Allah yang pertama turun kepada Nabi Muhammad Saw pada surat Al-Alaq ayat 1, yaitu Iqra’ yang
artinya bacalah. Di sini lah Nabi memerintah umatnya untuk membaca. Seringkali
kita memdengar kata pepatah yang menyatakan “Buku adalah jendela dunia, dan
Membaca adalah kacamatanya”
Buku merupakan
sumber ilmu pengetahuan bagi semua orang, dari masa ke masa eksitensi buku
tidak pernah kering. Dari waktu ke waktu manusia haus akan keilmuan, ini semua
karena keingin tahuan yang mendalam dalam menggapai kebeneran yang real.
Sehingga banyak tokoh yang giat membaca guna mendapatkan informasi yang
inginkan buku sebagai gudangnya keilmuan yang mudah didapatkan, juga mudah
dibaca dimanapun dan kapanpun. Sumber informasi-informasi didunia pun terangkum
dalam sebuah buku, sehingga mudahnya seseorang dalam menggali dan mengkaji
sebuah informasi.
Tidak
bisa dipungkiri bahwa orang-orang sukses adalah orang yang senang membaca buku.
Tahu kenapa? Karena mereka menganggap membaca buku adalah sumber ilmu
pengetahuan, sumber informasi, dan sumber kebeneran. Oleh sebab itu kita harus
menghargai buku, dan jangan mengganggap remeh. Karena disitulah tersimpan
berbagai ilmu yang berguna bagi kehidupan. Salahsatu fungsi adanya penulisan buku
adalah atas dasar pengalaman penulis yang ingin merubah kehidupan manusia
menjadi lebih baik.
Dalam
realita, banyak segelintir orang yang tidak begitu menghormati buku. Berbagai
coretan yang tertera dibagian buku terutama cover
(sampul buku), bahkan coreta
bertuliskan hal yang tidak penting. Terutama anak-anak, dan remaja yang sering
kali mencorat-coret buku pelajaran ketika belajar. Maka disinilah peran orang
tua untuk mengajarkan putra-putrinya untuk menghargai keberadaan sumber ilmu
tersebut (buku).
Bagi
mahasiswa buku adalah jantungnya ilmu, karrena apa? Karena dosen hanya sebagai
pemberi penghantar atau perantara dalam memberi materi perkuiahan. Artinya
dosen hanya sebagai perantara mahasiswa guna memberi rujukan akan materi,
sedangkan materi yang lebih rinci dan mendalam terdapat dalam sebuah buku.
Banyak dosen yang menyuruh mahasiswa untuk membaca, kemudian memberikan tugas
untuk meresume (merangkum). Karena dengan cara inilah mahasiswa dipaksa
guna membaca agar, agar mendapatkan ilmu pengetahuan.
Kemudian
bagaimana cara membuat seseorang gemar membaca? Tentunya cara yang tepat adalah
peran orang tua mendidik anaknya sejak dini guna membaca buku, dan memberikan
gambaran-gambaran positif akan manfaat dari membaca. Kemudian sampai ia dewasa
akan tertanam akan cintanya kepada membaca. Dengan cara inilah generasi muda
bangsa akan menjadi para intelektual yang hebat, yang akan merubah bangsa kita
menjadi lebih baik. Selain itu juga banyak manfaat dari membaca, seperti
mendapatkan sebuah informasi, sebagai pengembangan diri, menjaga kesehatan, dan
banyak lainnya. Sedangkan menurut Gray & Rogers seorang
ahli, (1995)yang dikutip oleh Oleh Supriyono (1998:3): menyatakan
manfaat membaca yaitu :
1. Meningkatkan Pengembangan DiriDengan membaca seseorang dapat meningkatkan ilmu pengetahuan. Sehingga daya nalarnya berkembangan dan berpandangan luas yang akan bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain.
2. Memenuhi Tuntutan Intelektual
Dengan membaca buku pengetahuan bertambah dan perbendaharaan kata-kata meningkat, melatih imajinasi dan daya pikir sehingga terpenuhi kepuasan intelektual.
3. Memenuhi Kepentingan Hidup
Dengan membaca akan memperoleh pengetahuan praktis yang berguna dalam kehidupan sehari-nari. Misalnya dengan membaca cara perawatan buku, maka akan diperoleh pengetahuan perawatan buku.
4. Meningkatkan Minatnya Terhadap Suatu Bidang
Seseorang yang senang terhadap internet, misalnya dengan makin membaca buku-buku tentang internet, maka ia akan meningkatkan kapasitasnya untuk mempelajarinya lebih mendalam.
5. Mengetahui Hal-hal yang Aktual
Dengan membaca seseorang dapat mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi di lingkungan tanpa harus pergi ke lokasi. Misalnya adanya gempa bumi, banjir, kebakaran dan peristiwa yang lain.
Tradisi membaca dan menulis di Indonesia
sangatlah rendah, terumatama generasi muda. Padahal keilmuan bisa didapatkan
dengan membaca kemudian diformulisasikan dengan menulis. Menumbuhkan tradisi membaca dan
menulis adalah harapan semua orang guna memajukan bangsa ini. Maka mulailah
dari diri kita, untuk kita, dan untuk perubahan yang lebih baik. Marilah
merubah paragdigma masyarakat guna mendidik anak-anaknya agar gemar membaca
sejak dini, agar tertenam hingga dewasa kelak.
Melalui tulisan ini, penulis ingin
mengajak pemuda generasi bangsa guna gemar untuk membaca dan menulis. Seperti
yang telah dipaparkan diatas, membaca adalah sumber ilmu pengetahuan. Ketika
kita mendapat sebuah ilmu pengetahuan ataupun pengalaman, maka tuangkanlah melalui
tulisan. Satu langkah kecil untuk merubah bangsa.
Oleh : Ikfal Al-Fazri
Menteri Informasi
Komunikasi dan Teknologi Dewan Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Negeri
(IAIN) Syekh Nurjari Cirebon & Pegiat LPM FatsOeN
Sumber gambar : plus.google.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar