Seminar Nasional dalam Menghadapi MEA dan AFTA - LPM FatsOeN

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Seminar Nasional dalam Menghadapi MEA dan AFTA

Share This
suasana Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh HIMKA (7/11)



Himpunan Mahasiswa Matematika (HIMKA) IAIN Senja mengadakan acara Seminar Nasional pagi tadi (7/11) di Hotel Patrajasa, Cirebon. Acara ini dihadiri sekitar 255 orang. Peserta seminar yang hadir 90% merupakan Mahasiswa IAIN, dan 10% Mahasiswa luar dan tenaga kependidikan.
Seminar ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan pemateri dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Turmudi, M.Sc., M.Ed., Ph.D., dan sesi kedua diisi oleh Dr. Sopidi, M.A., pada pukul 13.30 WIB.
Tema yang diangkat pada seminar ini adalah tentang Transformasi Pendidikan Matematika dalam Rangka Menghadapi MEA dan AFTA. Materi seminar yang dibahas oleh Turmudi berisi tentang persiapan menghadapi MEA dan AFTA, khususnya bagi para pendidik dan calon pendidik Matematika. “Bagaimana mahasiswa mempersiapkan calon-calon murid ke depan sebagai produknya itu adalah orang-orang yang siap menghadapi MEA dan AFTA. Di samping itu, kita sebagai mahasiswa, ya calon guru gitu, ya harus siap juga menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN dan pasar bebas yang akan ditempuh di akhir tahun ini (red: 2015) harus sudah dimulai,” tandasnya.
Dalam menghadapi MEA dan AFTA, ada banyak hal yang perlu dipersiapkan, terutama mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik. Jika sumber daya manusia (baca: pendidik) tidak dapat menghadapi MEA dan AFTA, maka sebagai konsekuensinya mereka harus siap tergilas oleh bangsa lain yang sudah cukup mapan SDMnya. “Kalau tidak siap tentu akan tergilas oleh bangsa lain, jika guru-guru kita tidak siap menghadapinya, maka konsekuensinya yaitu banyak sekali guru-guru dari Negara lain akan datang ke Indonesia sebagai tenaga pengajar, sementara itu guru-guru kita akan tersisih karena tidak memiliki posisi sebagai tenaga pengajar. Oleh karena itu, kemampuan-kemampuan bahasa, dan kemampuan matematika yang lebih baik akan menjadi target. Tanpa itu kita akan tergilas,” tambahnya.
Senada dengan ucapan di atas, Rais selaku Ketua Panitia memaparkan tujuan diselenggarakan seminar adalah untuk membentuk perubahan pola pikir yang memiliki wawasan lebih luas. Perubahan pola pikir yang dimaksud adalah membentuk karakter yang siap mental dalam menghadapi MEA dan AFTA, dan wawasan yang dimaksud adalah mampu mengaplikasikan matematika dalam tuntutan persaingan global. “Di dalam tuntutan persaingan global, yang menjadi tombak adalah SDM, sedangkan SDM tergantung pada pendidikan, dan pendidikan tergantung pada tenaga pendidiknya,” paparnya.
Acara seminar ini mendapatkan respon baik dari pesertanya. Seperti yang diucapkan oleh Ismaniar, Mahasiswa Tadris Matematika Semester I saat ditemui tim Methoda siang tadi, “acara seminar baik, isi seminarnya juga baik, narasumbernya juga baik,” akunya. Ia juga menjelaskan tentang pelajaran yang dapat diambil dari seminar ini yaitu kita harus banyak bergerak dan tidak hanya diam supaya kita memiliki skill yang lebih lagi dan dapat memotivasi diri sendiri. (Tira, Laili, Firda)

Foto : HIMKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages