Semut Merah - LPM FatsOeN

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Semut Merah

Share This

22 agustus 2015

Kutelan daratan bersama pedihnya malam
Memandikan embun dikala pagi yang kedinginan
Segar bukan lagi jadialasan
Sepert isemua yang pernah sirna di mata dunia
                Bagaimana bisa kebahagiaan dibagi oleh tanah yang lebam karena hujan
                Dalam gemerlap dunia yang fana (hancur) ini
                Seperti petir yang membelah tangis dikala penghujan datang
                Bukan bahagia, angkuhnya menjawab “lubang”
Ada kalanya semua yang terlihat ini akan lenyap dan buta
Meraba saja tak pernah terasa dari cokelatnya bumi  (daratan)
Ketulusan mengalahkan segala apa yang kaupunya, tentunya
                Semut yang meminum kopi pahit telah jatuh dari memelas
                Mengiba dengan tanduk domba yang dicuri oleh segerobolan kerangrang
                Jaha tmemang, -baginya seperti candaan dibulan agustus yang kegirangan
                Begitu ingin merayap melangkah jauh di semi desember
Aku… menjadi jalak jika mereka mendekati manis
Menjilat habis bahagianya rasa dari gulali di musim yang berjaket
Menjadi gemuruh pula jika ketulusan mulai pengap
Sambil menghadap kiblat yang mengarah ke barat
Tertahan kembali, Tuhan tak marah        

Oleh : Sri Rahayu
Sumber gambar : pernikdunia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages