By : Poni
Suara angin
menderu cukup kental di tengah-tengah hamparan air biru. Warna hijau dari pohon
dan bukit kecil seakan-akan menyelimuti alam semesta ini. Perahu-perahu nelayan
yang berserakan di bibir pantai berkerlap kerlip menunjukan warna warni pelangi.
Ketentraman menjadi gambaran luas di pantai Baron, wisata dari Gunungkidul, Yogyakarta.
Kurang lebih
ada empat puluh remaja baik lelaki maupun perempuan yang sedang menikmati liburan
di pantai Baron ini. Mereka dari sebuah Universitas yang cukup populer di Jogja,
datang untuk berlibur karena mereka akan menyambut liburan semester untuk waktu
yang cukup panjang -sebelum akhirnya melaksanakan kegiatan kampus yaitu KKN- serta
merayakan pertemanan mereka yang terjalin sejak tiga tahun ke belakang akibat
mendapatkan kelas yang sama.
Ini adalah hari
Selasa. Beruntung sekali karena kondisi pantai cukup sepi jika di hari kerja
seperti sekarang. Dari mereka ada yang bermain di bibir pantai, seperti menulis
nama mereka di sana atau bermain air.
Pun, ada yang lebih memilih mencicipi
seafood yang ditawarkan oleh wisata pantai Baron itu dahulu, sebelum akhirnya
menikmati fasilitas lainnya. Mereka berpoto
bersama, bercanda gurau, dan bahagia.
Mereka tiba
di siang hari, menghabiskan waktu sampai
mentari hampir tenggelam. Meski datang dan akan pulang bersama, ke empat puluh remaja itu bermain dengan
kelompok mereka masing-masing. Sudah
tidak diragukan lagi jika remaja jaman sekarang lebih suka bergeng-geng, dan sepertinya sudah menjadi budaya. Ya, tentunya
mereka akan berkumpul dengan orang-orang yang mereka sukai. Tidak usah dipermasalahkan
terlalu serius karena itu adalah sebuah hak dalam menjalani kehidupan.
Seorang
perempuan mengenakan setelan long jeans berwarna biru langit dipadukan dengan
t-shirt putih agak kebesaran,
juga kaos itu bertuliskan Yogyakarta di bagian dadanya, dan sengaja ia
masukan ujung baju ke celananya. Begitulah fashionnya! Rambut panjangnya terurai bergelombang di
kedua bahu perempuan itu. Semua itu cocok dipakai olehnya, dikarenakan kulit putih bersih miliknya itu cukup
mendukung dan menambah keindahan pada dirinya. Dan perlu diketahui bahwa teman
kelasnya memanggil perempuan itu, Sena.
Sena
menyapu bersih pandangan di sekitarnya, ada banyak teman temannya yang ia
berhasil temui tapi tidak dengan satu orang. Perempuan itu mencari seorang
lelaki yang sudah menjadi sahabatnya sejak di sekolah menengah atas. Namanya Keanu, teman satu kelasnya.
"Ada yang lihat Keanu
tidak?" tanyanya entah pada siapa,
yang pasti ia bertanya kepada teman temannya yang bergerombol.
Ada yang
menggeleng, ada juga yang bilang tidak
tahu mengenai keberadaan Keanu, sebelum
akhirnya ada yang menyahut, "Tadi terakhir gue lihat, sih, dia
naik ke menara mercusuar, tapi sekarang gatau deh."
"Oh gitu, ya. Oke, makasih ya semua."
"Iyaaa,"
Setelah itu,
Sena melihat ke arah langit di mana puncak mercusuar itu berada. Sejujurnya,
ia ragu akan menemui Keanu atau tidak.
Pasalnya, sudah seminggu ini baik
Sena dan Keanu tidak saling menghubungi. Mereka sempat bertengkar hebat pada
suatu malam di kelas.
Waktu itu Sena lupa meninggalkan buku diary-nya di
kelas. Akhirnya, ia kembali ke kelas setelah meninggalkannya
hampir satu jam. Dan betapa terkejutnya ia menemukan Keanu masih menetap di
kelas seorang diri bersama buku diary di genggamannya. Tepatnya, lelaki itu sedang membaca isi buku tersebut.
"Keanu?"
panggil Sena terkesiap.
Leaki itu terdiam dahulu, menatap mata syok Sena dari kejauhan, sebelum akhirnya perempuan itu berlari ke
arah Keanu untuk merebut buku diary itu,
namun Keanu lebih sigap hingga ia masih berhasil menutup buku diary Sena
di tangannya.
"Kembalikan!" kata Sena penuh kekhawatiran, suaranya mendadak terdengar sangat parau.
Keanu masih melihat Sena, sedikit mengerutkan dahi akibat
rasa kecewa yang didapatkan setelah membaca buku itu, dan mulai membuka suaranya, "Ternyata kau yang menghancurkan kejutanku
di hari ulang tahun Raya. Kau menukar kertas jawaban Raya dan isinya salah
semua. Kau juga hampir menyelakakan Raya saat ujian praktek. Dan apa maksudnya kau
lebih suka aku putus dengan Raya?"
Raya adalah kekasih Keanu. Sama mengambil jurusan kimia
murni namun berada di kelas berbeda dengan Keanu. Untuk itu Sena bersyukur.
Sena mengedipkan mata beberapa kali, sebelum ia membuang udara kecil dari mulutnya, dan pada akhirnya ia tergagu tidak tahu harus
menjelaskan darimana, "Be..gini.."
Sena terbata.
Keanu lekas menepis tangan Sena saat perempuan itu
berhasil menyentuhnya. Perempuan itu terdorong,
seketika lututnya lemas, wajahnya memerah, dan tubuhnya bergetar cukup kencang, rasanya
ia ingin terjatuh saja. Sementa, Keanu
tidak henti hentinya melontarkan sumpah serapah yang sangat menyayat hati Sena.
Lelaki itu tidak memberi ruang untuk Sena menjelaskan apa yang sebenarnya
terjadi.
"Aku tidak habis pikir kau bisa melakukan itu
semua. Dan aku tidak tahu apa yang terjadi setelah ini dengan persahabatan kita.
Aku kecewa. Kalau pun kau tidak suka dengan Raya, jangan pernah berpikir untuk melakukan semuanya."
Sena hanya bisa menggelengkan kepala waktu itu.
"Dan!
semalam aku baru putus dengan Raya! Kau
senang?! Aku akan menyelidiki apakah ini
juga karenamu Raya memutuskan hubungan denganku."
Untuk
kabar itu, Sena terkejut bukan main.
Bagaimana bisa Raya memutuskan Keanu?
"Apa? Kau putus dengan Raya? Bagaimana bisa?"
Keanu malah berdecih tidak percaya dengan pertanyaan
Sena yang menurutnya sangat konyol, "Aku kira kau yang menyebabkan kami putus."
Kemudian, Sena mencoba bangkit. Perempuan itu sudah
cukup sakit hati dengan perkataan menusuk dari Keanu. Ia sengaja mengumpulkan
keberanian untuk menyahuti Keanu meski mungkin hasilnya terkesan memaki.
"Dengar
Keanu, terserah kau mau berpikir apa
tentangku. Tapi dengar ini, aku! tidak
tahu apa apa mengenai buku itu, karena itu
bukan milikku. Kau bisa periksa tulisannya dengan tulisanku. Beda!"
"Kau
masih mau mengelak? Ada banyak nama kau dan
namaku di buku itu. Aku tidak tahu apa maksudmu menuliskan begitu banyak nama kita."
"Terserah!"
seru Sena akan pergi, namun Keanu menahan.
"Kau
mau kemana, ha?"
"Lantas
untuk apa aku di sini jika tidak didengarkan. Percuma!"
"Setidaknya
kau tanggung jawab."
"Ya!!
Secepatnya aku akan menyelesaikan masalah ini,
tanpa perlu kau bantu!"
Setelah itu Sena pergi dan Keanu masih kesal dengan apa yang terjadi. Lelaki itu berteriak, menendang bangku dan meninju apapun termasuk
udara agar emosinya tersalurkan. Dan Sena tanpa diketahui kembali menangis di luar
kelas mendengar apa yang Keanu lakukan di dalam sana.
Waktu bergulir begitu cepat. Pada akhirnya, Keanu mengetahui
siapa pelaku rusaknya hubungan
persahabatan dirinya dengan Sena. Itupun Sena yang memberitahunya. Pelakunya
adalah teman dekat Raya, namanya Anggita
yang diam diam menyukai Keanu sama seperti Sena.
Anggita yang
membuat buku diary itu lalu sengaja ditaruh di kelas agar siapa pun bisa
membacanya. Sena pun baru mengetahui akibat Raya memberitahu bahwa Anggita lah
dalang semua ini. Maka dari itu, Sena
cukup terkejut saat Keanu mengatakan bahwa ia putus dengan Raya, karena Raya tidak memberitahu apapun saat
menghubunginya.
Ya, diam diam Sena suka pada sahabatnya sendiri. Siapa
yang tidak suka pada Keanu? Ia pandai dalam belajar, shuffle, humoris, dan manis. Sepertinya perempuan lain akan gila
jika hanya menjadi sahabat Keanu. Bukan membicarakan sesempurna apa Keanu saat
berhasil kau miliki, tapi membicarakan seberapa banyak Keanu menerimamu. Karena
Keanu mudah bergaul, ia sangat care pada siapa pun, dan berbicara dengan siapa
pun itu mudah baginya.
Jadi, apakah
Sena menemukan Keanu di puncak mercusuar?
Jawabannya adalah iya. Perempuan itu tanpa Keanu ketahui
sudah berada di sampingnya. Berdiri di sisi kanan Keanu, menyandar ke besi penjaga mercusuar, dan rambutnya
saat ini berterbangan di tiup angin laut.
Sena tersenyum melihat Keanu tersenyum dalam tidurnya. Sebenarnya, tidak
benar benar tidur hanya memejamkan mata,
saja. Menyaksikan itu rasanya Sena ingin berteriak, mensyukuri bahwa ialah yang
paling beruntung selalu berada di dekat seseorang seperti Keanu. Apalagi
setelah kejadian yang sudah mereka lewati bersama.
Setelah mengetahui Sena tidak bersalah. Keanu meminta
maaf pada Sena tapi selanjutnya mereka saling diam kembali dan sesekali hanya
memerhatikan dari kejauhan. Namun, sekarang Sena memberanikan diri menemui
Keanu untuk menghancurkan dinding pemisah ini.
Perempuan itu ingin seperti dulu, tidak peduli Keanu tidak mengetahui mengenai
perasaannya. Itu sama sekali tidak penting,
baginya!
Dari seorang Sena mengajarkan bahwa jika kau menyukai
seseorang, tidak perlu terlalu ingin
memiliki. Kau boleh mengatakan bahwa kau
suka, tapi jangan mencoba menuntutnya menyukaimu juga. Jangan memaksa! Karena jika memaksa, kau sudah lancang pada hidupnya. Karena kau datang di kehidupannya itu tanpa
diundang sama sekali, kemudian kau malah mengemis hal hal yang tidak bisa ia
sanggupi. Kau pencuri bertopeng bidadari atau apa? Apalagi saat kau menuduh dia
bersalah? Karena rasamu itu tidak
dibalas. Percayalah, setelah itu seleksi alam terjadi, kau bukan apa-apa baginya!
Dan jika tidak ingin mengatakan rasa sukamu itu adalah
urusanmu. Jaga sikapmu baik-baik! Jangan ada iri dikemudian hari saat dia
dengan yang lain. Itu konsekuensimu, harus kau telan pahit pahit sebagai pil kehidupanmu.
Berbahagialah karena dia cukup bahagia tidak diusik denganmu. Dan jangan lupa
do'akan dia selalu karena dia adalah salah satu cara Tuhan mengajarkan
kebahagiaan dari kata mencintai.
Keanu membuka mata,
cukup terkejut karena keberadaan seseorang di sampingnya. Apalagi saat Sena orangnya. Sebagai respon
awal mereka hanya saling tersenyum kecil untuk diri masing-masing karena sudah
berani untuk tersenyum.
"Kau
sedang apa?" tanya Sena memecah suasana menjadi sedikit renyah.
"Sedang
memberi kabar pada laut." sahut Keanu diikuti kekehan.
"Kabar
siapa yang kau beritahu?"
"Kabarku."
"Apa
bunyi pasal kabarmu saat ini?"
"Tidak
pakai pasal-pasalan, sih, cuman memakai
sebait puisi."
"Apa
isinya?"
"Kataku:
ut, hai laut! dengarkan aku ingin
memberi kabar, bahwa diriku saat ini sedang bersedih, akibat masalahku dengan orang orang yang dekat
denganku."
"Ha
ha ha, terus laut jawab apa?"
"Katanya:
tidak apa apa! semua akan baik baik saja,
orang orang yang dekat denganmu akan kembali, karena mereka mencintaimu, mereka pasti membutuhkanmu."
"Memang
siapa orang orang yang dekat denganmu?"
"Salah
satunya kau."
"Wah
senangnya."
"Kau
suka ya dengan aku?"
"Eh?"
terdengar, namun umpatku, "Kok dia tahu."
"Sok
tahuu." tambahku.
"Kata
laut begitu, katanya orang-orang di
dekatku akan kembali karena mereka mencintaiku,
mereka membutuhkanku, dan kau
datang, ha ha ha."
"Ha
ha ha, selamat ya dapat jawaban langsung dari laut."
"Eh, jadi serius kau suka ke aku?"
"Baru
tahu, ya?"
Keanu
diam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar